Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Renungan Untuk Ibu
Renungan seorang anak untuk Ibu
Mari kita renungkan bersama..
Kenanglah IBU yang menyayangi kita,
untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah kita ketika IBU rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuh kita...
Ingatkah kita ketika jemari IBU mengusap lembut kepala kita??
dan ingatkah kita ketika airmata menetes dari mata IBU kita,
Ketika melihat kita terbaring sakit..
Sesekali jenguklah IBU kita yang selalu menantikan kepulangan kita di rumah tempat kita dilahirkan..
Kembalilah minta maaf pada IBU yang selalu rindu akan senyum kita.
Jangan biarkan kita kehilangan saat-saat yang akan kita rindukan di masa datang ketika IBU telah tiada...
Tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita.
Tak ada lagi senyum indah..tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang tergantung di lemari kamarnya..
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akan kita disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera....
Peluklah IBU yang selalu menyayangi kita..
Ciumlah kaki IBU..
Yang selalu merindukan kita.
Dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya...
dan jika ibu mu sudah di surga,
Kenanglah semua cinta & kasih sayangnya... berdoalah agar dia tersenyum di surga sana...
IBU...
Maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...
Wahai sobat yang berbakti berikanlah yang terbaik buat IBU mu..
Baik atau buruk,cantik atau jelek..
Ia tetap IBU kita..
Sukses buat kita semua...
Kenanglah IBU yang menyayangi kita,
untuk IBU yang selalu meneteskan air mata ketika kita pergi...
Ingatkah kita ketika IBU rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuh kita...
Ingatkah kita ketika jemari IBU mengusap lembut kepala kita??
dan ingatkah kita ketika airmata menetes dari mata IBU kita,
Ketika melihat kita terbaring sakit..
Sesekali jenguklah IBU kita yang selalu menantikan kepulangan kita di rumah tempat kita dilahirkan..
Kembalilah minta maaf pada IBU yang selalu rindu akan senyum kita.
Jangan biarkan kita kehilangan saat-saat yang akan kita rindukan di masa datang ketika IBU telah tiada...
Tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita.
Tak ada lagi senyum indah..tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya..
Yang ada hanyalah baju yang tergantung di lemari kamarnya..
Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akan kita disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera....
Peluklah IBU yang selalu menyayangi kita..
Ciumlah kaki IBU..
Yang selalu merindukan kita.
Dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya...
dan jika ibu mu sudah di surga,
Kenanglah semua cinta & kasih sayangnya... berdoalah agar dia tersenyum di surga sana...
IBU...
Maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...
Wahai sobat yang berbakti berikanlah yang terbaik buat IBU mu..
Baik atau buruk,cantik atau jelek..
Ia tetap IBU kita..
Sukses buat kita semua...
Selamat datang di dunia khayalan
Kita bergerak bukan paksaan
Hati nuranilah yang mengusulkan
Pemikiran-pemikiran ideologis hanya keterpurukan semata
Aku tak ingin
duniaku tercampur oleh otak-otak dan
mulut-mulut yang hanya bisa berteriak
mengeluh tentang
kenikmatan-kenikmatan
yang berbau sampah jalanan
dan aku hanya ingin
semua ini menjadi jalan yang bebas dan terang
untuk mencapai keindahan khayalan
jangan sampai engkau terpuruk oleh rayuan-rayuan
pemikiran jalanan yang hanya
mengeluh......mengeluh......dan selalu saja mengeluh.....
Daryanto Shinosuke
Semarang, 1 september 2014
Do'a
Doa
Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka...
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan
padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka
memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana
perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka
sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan
santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia
Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua
pengasih.
Amin Ya Rabbul Alamin.
DIPONEGORO
DIPONEGORO
Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Oleh : Chairil Anwar
Berteriak Atau Bergerak
Berteriak Atau Bergerak
lama sudah derita yang engkau hadapi
tak terhitung berapa saudara yang engkau tangisi
ini bukan lagi soal kemerdekaan
tapi ini sudah menjadi agenda perdamaian
lantunan do'a-do'a dari umat manusia seluruh dunia
menemani langkahmu dan pengorbananmu dalam memperjuangkan
negaramu dan agamamu
langkah seperti apa yang harus ku berikan untukmu
disaat semua umat manusia mengecam atas kebrutalan mereka
tapi tuhan maha adil, disaat engkau sedang dilanda
penderitaan
berdo'a adalah senjata yang lebih hebat dibanding dengan
senjata buatan manusia
semua umat manusia berdo'a
semoga engkau tetap kuat dan tegar memperjuangkan negaramu
dan agamamu
saudaraku, aku tak ingin meneteskan air mata ini hanya untuk
meratapi penderitaanmu
tapi hati ini tiada henti menangis menjerit
yang selalu mengingatmu wahai saudaraku....
berjuanglah PALESTINA,engkau bisa kuat bila semua umat di
palestina bergabung
bersatu melawan kebringasan NGISRAEL....
NOHARA SHINOSUKE
Semarang, 7 juli 2014
Bambu Rucning
BAMBU
RUNCING
mengapa kau bawa padaku
moncong bayonet dan sangkur terhunus
padahal aku hanya ingin merdeka
dan membiarkan nyiur-nyiur derita
musnah di tepian langit
karena kau memaksaku
bertahan atau mati
dengan mengirim ratusan bom
yang kau ledakkan di kepalaku
terpaksa aku membela diri
pesawat militermu jatuh
ditusuk bambu runcing
dan semangat perbudakanmu runtuh
kandas di batu-batu cadas
kota surabaya yang panas!
mengapa kau bawa padaku
moncong bayonet dan sangkur terhunus
padahal aku hanya ingin merdeka
dan membiarkan nyiur-nyiur derita
musnah di tepian langit
karena kau memaksaku
bertahan atau mati
dengan mengirim ratusan bom
yang kau ledakkan di kepalaku
terpaksa aku membela diri
pesawat militermu jatuh
ditusuk bambu runcing
dan semangat perbudakanmu runtuh
kandas di batu-batu cadas
kota surabaya yang panas!
Bahagiaku Surga Mereka
Bahagiaku surga mereka, dan deritaku pilu mereka...
Dua orang yang sangat aku hargai...
dua orang yang sangat aku hormati...
aku cintai dan aku sayangi...
Yah, mereka “PAPA dan MAMAku”.
MAMA...
yang telah mengandungku selama 9 bulan..
MAMA...
yang sudah memperjuangkan hidup matinya hingga aku dapat
hadir di dunia ini..
MAMA...
yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih
sayangnya...
PAPA, yang telah mendidikku...
PAPA, yang rela banting tulang...
ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati
hidup...
Detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun…
Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka???
Sering aku tutup telinga tidak mau mendengar nasehat
mereka...
sering kali aku bohong sama mereka hanya untuk
kesenanganku...
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku...
Sering kali aku banting pintu jika mereka tak kabulkan
permintaanku...
dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar...
yang tidak pantas mereka dengar dari bibirku...
"DASAR CEREWAT, PELIT"
Tapi apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku???
“ TIDAK !!! tidak sama sekali... ”
Mereka dengan tulus memafkan kesalahanku
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas
mereka...
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap
doa-doanya...
hingga aku menjadi seperti sekarang ini...
Ya TUHAN !!! betapa durhakanya aku...!!!
Tak sadarkah aku...
bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam
hidupku...
Langkah-langkah ku terhenti di hadapan mereka...
Dan ku pandangi “PAPA dan MAMAku” inci demi inci...
Badan yang dulu tegap kekar Kini mulai membungkuk...
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih...
Kulit yang dulu kencang kini mulai berkeriput...
Kutatap mata mereka yang berbinar-binar...
dan mulai meneteskan air mata bahagia...
air mata haru...
air mata bangga melihatku dengan diriku yang sekarang
Ku cium tangan mereka..
dan kupeluk mereka sambil berkata...
“PAPA dan MAMA”
yang kuberikan hari ini tidak akan cukup untuk membalas
semua yang telah kalian berikan selama ini kepada ku,
“Terimakasih PA, terimakasih MA...”
“AKU SAYANG PAPA DAN
MAMA SAMPAI AKHIR HAYAT KU”
.jpg)
.jpg)


