Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Sinopsis Film "The Journalist"
THE
JOURNALIST
Film ini
menceritakan tentang seorang jurnalis wanita bernama kania yang sangat
mencintai profesinya sebagai pencari berita professional, diawal karirnya kania
menemui tantangan yang sangat berat dari pimpinan redaksi di perusahaan Koran
harian tempat ia bekerja, yaitu kania di manandatkan tugas untuk mencari
gembong narkoba sindikat internasional yang berada di Jakarta.
Walaupun
kania berat untuk menjalani tugas ini karena resiko yang akan di temui sangatlah
tinggi, tetapi kania membulatkan niatnya untuk menjalani tugas yang sudah
dibebankan kepadanya, dengan kebimbangan hati, kania memulai menjalankan
tugasnya, menginvestigasi dan menelisik lebih dalam keberadaan gembong narkoba
tersebut, selama 12 jam pencariannya, akhirnya kania menemui persembunyian
gembong narkoba terbesar di jakarata itu.
Perlahan
kania memasuki markas gembong narkoba, kania mendapati sindikat gembong narkoba
sedang bertransaksi, dengan kamera SLR nya kania mengambil gambar sindikat yang
sedang bertransaksi, tanpa sengaja flas kamera yang di gunakan kania terlihat
oleh salah satu sindikat narkoba yang sedang bertransaksi, menyadari
perbuatannya diketahui, kania bergegas meninggalkan gedung tua tersebut. Karena
persembunyiannya tidak ingin di ketahui polisi, kania pun di kejar oleh dua
anggota sindikat narkoba, dalam pelariannya kania beruha untuk menjaga data
fakta yg telah didapatnnya, setelah proses melrikan diri yang sangat panjang,
akhirnya kania berhasil lolos dari kejaran dua oknum sindikat narkoba tersebut.
Sinopsis Buku "My Avilla"
Tema pencarian Tuhan selalu saja tak pernah lekang oleh
waktu untuk dibahas dalam sebuah buku. Baik dalam buku nonfiksi atau fiksi
semacam novel. Dari buku-buku penulis barat seperti Karen Armstrong sampai
penulis Indonesia pun semangat menuliskan tema tersebut dalam karyanya.
My Avilla, sebuah novel karya Ifa Avianty. Novelis yang
banyak melahirkan karya-karya Islami. Aktivis Forum Lingkar Pena ini dengan
kekhasannya dalam merakit sebuah novel percintaan dan keluarga yang tak berarti
picisan, namun ada kumpulan hikmah yang bisa kita cicipi ketika membacanya.
Begitupun novel ini bercerita tentang kisah cinta segitiga
Antara Margriet, Trudy, dan Fajar. Masing-masing tokoh bercerita dengan sudut
pandang aku di setiap babnya. Seperti biasa walaupun novel ini kental dengan
pencarian Tuhan setiap tokohnya, namun seperti dalam buku-bukunya yang lain
novel ini masih saja mampu ditulis dengan gaya bahasa yang renyah, namun tetap
berisi dengan penuturan yang simple dan interesting.
Fajar Lintang Bagaskara Sudiyanto. Salah satu tokoh utama
ini adalah teman sekelas Trudy yang masih kelas 1 SMA di Jakarta. Ia adalah
anak yang cerdas, penderita low vision (minus 10), dan agamis berdasarkan dua
agama. Ia lahir dalam keluarga yang berbeda agama. Ayahnya Islam dan Ibunya Katolik.
Dia remaja yang lebih dewasa dari usianya, Dia seringkali berpikiran bahkan
bisa dikatakan mengimpikan untuk menjadi pelayan Tuhan seperti para pendeta di
Gereja-Gereja dan meninggalkan semua yang bersifat duniawi. Itu sering terjadi
ketika dia khusyuk solat dan mendengarkan merdunya nyanyian gereja.
Trudy Carissa Hasan merupakan adik kandung dari Margriet
Avilla Hasan. Jika dibandingkan soal kecantikan, Trudy masih lebih cantik
ketimbang Margriet. Nah di sinilah letak cinta segitiga mereka. Trudy yang
cantik, model, sering bergonti-ganti pacar akhirnya diam-diam menyukai Fajar
yang orangnya cenderung pendiam.
Namun berbeda dengan Trudy, Fajar justru diam-diam menyukai
kakak Trudy. Margriet Avilla Hasan cukup berbeda dengan adiknya, sangat pandai,
suka sekali ketika membaca buku, organisatoris, suka seni, pintar memasak,
cantik, ramah dan mandiri. Kuliah di sastra UI semester 4, aktif di Rohis
Jurusan, mengajar privat, dan masih tetap menjadi pembimbing eksul di SMAnya
dulu, sekolah Fajar dan Trudy.
Dari inilah Fajar mengenalnya. Rasa kagum itu semakin
menggunung ketika ternyata dia harus datang ke rumah Trudy untuk mengerjakan
tugas Bahasa Inggris bersama. Dia sempat berbicara atau lebih tepatnya
berdiskusi dengan Margriet tentang banyak hal. Paling penting dan paling banyak
dia bicarakan tentang Tuhan. Ya, dia galau memikirkan Tuhan. Hasil
pembicaraannya dengan Margriet dia semakin kagum padanya lantaran jawaban demi
jawaban terhadap pertanyaannya cukup memuaskan yang berarti wawasan dan
kemampuan beragama Margriet yang luas dan banyak. Akhirnya tanpa dia sadari
kagum itu pun semakin menjadi rasa yang bernama cinta. Bahkan dia pun
menginginkan-mengangakan- Margriet menjadi istrinya dan membimbingnya kepada
jalan Tuhan.
Banyak sekali usaha Fajar untuk menyatakan cintanya pada
Margriet dari menyetel lagu-lagu romantis yang dikhususkan pada Margriet saat
dia siaran, sampai nekat datang ke kampus Margriet untuk memberinya sebuah
cincin. Semakin shock saja Margriet dengan tingkah anak SMA ini, bahkan ketika dia
menolak Fajar berkata akan menunggunya sampai menerimanya. Namun di sisi lain,
semakin Fajar mengejar-ngejar Margriet, rasa haus ingin dekat dengan Tuhan pun
ia rasakan. Ia bingung, ia galau dibuatnya. Di sini ruh pencarian Tuhan dalam
sebuah cinta terasa.
Apatah lagi akan terasa kental pula ketika teman sesama
Dosen Margriet yang ateis mengejar-ngejarnya, hingga singkat cerita Phil
menjadi seorang muslim yang taat dan menikah dengan Margriet. Akhir dari kisah
ini mungkin cukup disangka karena nantinya cinta Fajar dan Avilla bersatu dan
Trudy pun mulai menyadari bahwasanya bahagia itu begitu sederhana. “Kini tiba
saatnya untuk menjelang kebahagiaanku sendiri. Entah di mana dan kapan. Yang
jelas, kini aku tahu bahwa kebahagiaan itu sesungguhnya sederhana. Dia ada di
dalam hati yang bersyukur, dan ketulusan mencintai serta memaafkan.” (Hal 182)
Novel bertema sama tentang pencarian Tuhan, juga pernah
ditulis oleh penulis FLP pula, Azzura Dayana yang berjudul Zukhruf Kasih.
Bedanya, novel Dayana bercerita tentang tokoh utama yang keluarganya Nasrani
semua. Tokoh utama mencari Tuhan dan belajar Islam kepada temannya yang aktif
dalam kegiatan keislaman di sekolah.
Jika ditelisik novel tentang peralihan agama (muallaf), dari
tidak tahu agama menjadi lebih baik secara agama banyak ditulis oleh penulis
FLP. Bagi sebagian khalayak memang novel seperti ini sudah mengalami kejenuhan.
Namun, tidak dapat disangsikan hingga saat ini masih selalu saja ada pembaca
setia novel semacam ini. Walau secara marketing tidak bisa menjangkau semua
pembaca, pembaca setia dari aktivis rohis yang semakin bertambah seharusnya
memang tetap dijaga. Jika memang penulis juga termasuk penerbit ingin jangkauan
pembaca semakin luas dari berbagai kalangan, maka harus melakukan inovasi dalam
menulis. Tetap menulis kebaikan, namun dengan cara dan tema-tema yang lebih
kreatif.
Menyoal setting tempat dalam novel ini mungkin kurang
dieksplor oleh penulis. Jika Jakarta, Oslo, Vatikan bisa digambarkan jelas oleh
penulis, maka akan membuat novel ini semakin sempurna. Jika setting bisa
dideskripkan lebih, maka akan semakin mantap novel ini. Terlepas dari
kekuranganya, novel ini layak untuk dimiliki dan dibaca banyak kalangan.
Walaupun agama tak membolehkan semua hal tentangnya dirunut dengan akal pikiran,
namun tetap ada beberapa tentangnya yang bersifat ta’aqquli-untuk dipikirkan
dengan akal. Sehingga dogma tak hanya menjadi landasan beragama, namun dengan
keyakinan akal akan terlengkapi dan merasuk keseharian pemeluknya.
Informasi buku ini silakan klik INFO MY AVILLA.
(Resensi ini ditulis oleh Muhammad Rasyid Ridho,
Pustakawan-Koordinator Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi
Universitas Muhammadiyah Malang).
Ekspresi dan Gesture Seorang Aktor
EKSPRESI n GESTURE
Bicara dengan ekspresi akan membangkitkan semangat untuk
mengeluarkan berbagai kalimat yang terkubur dalam pikiran kita ^_^ dan itu
artinya eksperi wajah mempengaruhi gaya bicara dan itu sangat penting ketika
kita menyampaikan sebuah informasi kepada pendengar.sehingga pendengarpun
seolah-olah ikut merasakan bahwa kita ada disamping mereka.
Gesture (bahasa tubuh) meskipun tidak ada orang yang melihat
kita.kita adalah aktor. Saat berbicara di depan umum (public speaking), jika
kita punya mike portable (mudah dibawa), bergeraklah mengitari panggung.
Bayangkan kita adalah seorang aktor yang sedang “mentas” di televisi.tapi kalo
didalam studio tentu hanya duduk saja,mungkin dengan menggerakan tangan
keatas,samping kanan kiri dan menggoyang-giyangkan kaki akan membuat kita lebih
exis dalam bercuap-cuap ria ^_^
JEDA BICARA
kalau kita mmepunyai golden voice tetapi kalau ngomong kaya
kereta api nggak berhenti, kemungkinan besarrr,, pendnegar anda akan lari
terbirit-birit meninggalkan kita dan langsung pindah chanel(kagak mau terjadi
kan hal kaya gitu?) jeda berbicara dapat membuat orang akan lebih terasa asik
mendengarkan kita cuap-cuap ria. jeda juga dapat membiarkan pesan apa yang kita
sampaikan dapat diterima dengan baik oleh audience, jeda juga dapat memberi
kesempatan kita untuk menemukan gagasan berikutnya.
MENGATASI GUGUP
Mulut kering, jantung berdebar, dan lutut bergetar. kita pun
panik! Ya, kita gugup (nervous). Lantas harus bagaimana?
1. Tarik nafas yang dalam – penuhi tubuh Anda dengan oksigen.
Ini akan membantu otak kita bekerja.
2. Gerakan badan kita (bluff). Berdiri tegak, layaknya tentara
berbaris dengan bahu dan dada yang tegap. Lalu tersenyumlah! Meskipun kita
tidak merasa bahagia atau percaya diri, lakukanlah. kita akan tampak percaya
diri dan tubuh kita akan “mengelabui” otak kita untuk berpikir bahwa ini adalah
percaya diri. Bluff – body and smile
3. Jaga agar mulut dan tenggorokan kita tetap basah. Siapkan
selalu air mineral, jangan sampia mulut dan tenggorokan kita kering.
4. Lancarkan aliran darah dengan memijat dahi.
5. Pastikan kita sudah siap. Siapkan bahan pembicaraan, pahami
tema atau naskah.
let`s TRY it ^_^ good luck... n fight!!!!!
nggak susah kan buat memperindah suaramu ^_^ olah dikit aja kok
bisa deh kamu dilirik sama studio radio ^_^ golden your voice succsess your
right(hak).
keep stay di chanel ini... postingan selanjutnya siap menanti
anda,,,,
(dari berbagai sumber ^_^)
"untuk menuju kesuksesan itu butuh proses.bagaimanapun
hasilnya,proses itu lah yang akan kita rindukan "
"Raihlah apa yang kamu suka,dan cobalah terus selama kamu
belum mendapatkannya, that`s your obsesion"


